Darurat, Dalam Sepekan Lebih dari 1.400 Siswa di Jateng Alami Keracunan Akibat Konsumsi MBG

INDONESIASKETSA.COM, Semarang – Gelombang kasus dugaan keracunan makanan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah sepanjang pekan pertama September 2026. Data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat setidaknya 1.415 siswa dan tenaga pendidik mengalami gejala medis setelah mengonsumsi paket makanan yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.

Rentetan insiden ini terjadi dalam kurun waktu berdekatan di beberapa daerah, khususnya wilayah Pantai Utara (Pantura) Timur:

Kabupaten Rembang: Kasus terbesar tercatat di SMAN 1 Lasem dengan 777 siswa terdampak, disusul MAN 2 Rembang sebanyak 271 siswa.
Kabupaten Blora: Sebanyak 216 siswa di SMAN 1 Tunjungan dilaporkan mengalami mual, muntah, dan pusing.
Kabupaten Pati & Jepara: Sebanyak 230 pelajar dari dua sekolah di Gembong, Pati, serta 118 pelajar di Jepara mengalami keluhan serupa.

Para korban umumnya mengeluhkan gejala mual, muntah, diare, hingga pusing beberapa jam usai menyantap hidangan makan siang. Puluhan di antaranya harus mendapatkan perawatan intensif di puskesmas dan rumah sakit setempat.

Masalah Sanitasi dan Kualitas Air Disorot

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab, menyatakan bahwa tim medis telah mengambil sampel bahan makanan, air baku, serta spesimen muntahan pasien untuk uji laboratorium. Dugaan awal mengarah pada cemaran bakteri Escherichia coli (E. coli) dan masalah sanitasi air bersih pada fasilitas pengolahan makanan.

“Keracunan ini bersifat multifaktor. Hasil evaluasi awal menunjukkan indikasi cemaran air baku dan kurangnya kedisiplinan penjamah makanan dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP),” ujar Zulfachmi. Pihaknya menekankan bahwa kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) saja tidak cukup jika pengawasan harian di lapangan mengendur.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengonfirmasi bahwa Satuan Tugas (Satgas) MBG daerah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) sedang melakukan asesmen menyeluruh terhadap izin operational dan kelayakan fasilitas SPPG penyuplai.

BGN dan otoritas terkait menghentikan sementara (suspend) operasional dapur penyuplai yang terindikasi bermasalah guna penyelidikan lebih lanjut. Kasus ini memicu desakan publik agar evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap rantai pasok dan pengawasan kebersihan hidangan sebelum disajikan kepada peserta didik.

Komentar