Tangkisan Demokrat atas Sindiran Gerindra-Golkar: AHY Tak Sedang Menyiapkan Diri untuk Pilpres 2029

INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Tudingan bahwa Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tengah bermanuver menuju Kontestasi Pilpres 2029 lewat pidatonya tentang keterbatasan masa jabatan disanggah keras oleh Partai Demokrat. Juru Bicara merangkap Kepala Bakomstra Partai Demokrat, Herzaky Mahendra, memastikan pesan sang ketua umum murni pemikiran strategis, bukan taktik politik praktis.

“Demokrat menegaskan pidato AHY sama sekali tidak berkaitan dengan kepentingan politik praktis, apalagi terkait Pilpres 2029,” ujar Herzaky, Senin (7/9).

Menurut penuturan Herzaky, konsentrasi utama dari narasi yang dibawakan AHY senantiasa berpusat pada pemikiran fundamental, ide-ide besar, arah pembangunan bangsa, kesejahteraan masyarakat, serta kepatutan publik.

Ditinjau dari konteks peryataannya, Herzaky menguraikan bahwa AHY berniat mempertegas prinsip dasar bahwa tampuk kepemimpinan tak akan selamanya dipegang oleh satu individu.

Eksistensi kekuasaan, lanjutnya merujuk pada uraian AHY, merupakan amanat dari rakyat yang terikat oleh batasan rentang waktu.

“Nah, kita perlu membaca kalimat-kalimat lanjutannya untuk bisa memahami konteksnya,” ucapnya.

Lebih rinci Herzaky memaparkan, AHY berupaya mengingatkan semua pihak bahwasanya jabatan politik bisa berganti dan pesta demokrasi memiliki siklus berkala. Namun demikian, kewajiban serta pengabdian bagi publik tak boleh terputus.

“Di sinilah poin utamanya,” kata Herzaky.

Di samping itu, Herzaky mengemukakan bahwasanya sang ketua umum mengajak segenap kader Demokrat untuk melakukan perenungan mendalam atas perjalanan seperempat abad berdirinya partai. Otokritik dan evaluasi internal menjadi penekanan utama AHY.

“Beliau menegaskan dalam kalimat selanjutnya. Dua puluh lima tahun pertama adalah sejarah. Dua puluh lima tahun berikutnya adalah tanggung jawab kita. Kita pernah di pemerintahaan, di kekuasaan, dan kita pernah berada di luar kekuasaan,” bebernya.

Herzaky menyebutkan, AHY menginstruksikan para kader yang kini mengemban tugas di pos pemerintahan agar mengorientasikan kewenangan mereka sepenuhnya demi pelayanan masyarakat.

“Beliau (AHY) menegaskan kepada seluruh kader Demokrat, untuk jangan hanya hadir ketika kita membutuhkan suara rakyat. Hadirlah ketika rakyat membutuhkan kerja kita. Jangan ukur perjuangan hanya dari berapa kursi yang kita menangkan. Ukur juga dari berapa banyak kehidupan yang berhasil kita perbaiki,” sambung Herzaky.

Atas dasar argumentasi tersebut, Herzaky menilai sangkaan dari sejumlah partai politik yang menyebut AHY sedang bermanuver untuk pencalonan presiden akan datang adalah anggapan yang keliru.

Komentar