Darurat! SD Negeri Makin Ditinggalkan, DPR Desak Pemerintah Bongkar Total Peta Sekolah

INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Persoalan minimnya jumlah siswa yang mendaftar di sekolah dasar negeri kembali mencuat ke permukaan. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, angkat bicara soal kondisi ini dan mendesak pemerintah agar segera merombak kembali pola persebaran satuan pendidikan secara cermat dan penuh kehati-hatian.

“Dari perspektif kami, pemerintah perlu menata kembali distribusi satuan pendidikan secara hati-hati dengan tetap mengutamakan hak anak untuk memperoleh akses pendidikan,” kata Lalu ketika dihubungi, Kamis (16/7).

Lalu menekankan bahwa merosotnya jumlah pendaftar di banyak SD negeri tidak bisa serta-merta ditafsirkan sebagai bukti melemahnya keinginan warga untuk menyekolahkan anak-anaknya. Ia menduga ada rangkaian faktor lain yang turut berperan di balik fenomena tersebut.

“Faktor seperti penurunan angka kelahiran, perpindahan penduduk, persebaran sekolah yang tidak proporsional, hingga kualitas dan daya saing satuan pendidikan turut memengaruhi kondisi ini,” sebutnya.

Ia pun mendesak agar proses pemetaan yang tengah dijalankan pemerintah benar-benar presisi di setiap wilayah, sehingga kebijakan yang lahir nantinya benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan. Selain itu, ia mendorong dilakukannya sejumlah langkah evaluasi menyeluruh, termasuk opsi penggabungan sekolah-sekolah yang kekurangan murid.

“Evaluasi terhadap kemungkinan penggabungan sekolah, peningkatan mutu pembelajaran, pemerataan guru, serta penguatan sarana dan prasarana, harus dilakukan secara terukur dan melibatkan pemerintah daerah serta masyarakat, sehingga solusi yang diambil tidak hanya efisien dari sisi anggaran, tetapi juga menjamin layanan pendidikan tetap optimal,” ungkapnya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, turut memberikan tanggapannya atas polemik ini. Ia mengungkapkan bahwa kementeriannya kini sedang menyisir data dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) guna memetakan sekolah-sekolah yang kekurangan siswa.

“Soal sedikitnya siswa di beberapa SD negeri, ini memang menjadi perhatian kami lintas kementerian. Kami sudah ada pendataan berdasarkan Dapodik, sekolah-sekolah yang muridnya di bawah 100, di bawah 60 orang,” ujar Mu’ti di Gedung A Kemendikdasmen, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (14/7).

Mu’ti menambahkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya berencana menggelar pertemuan bersama Menteri Dalam Negeri guna merumuskan arah kebijakan bagi sekolah-sekolah dengan jumlah murid yang sangat terbatas.

“Kami sudah sampaikan ke Kementerian Dalam Negeri. Nanti kita akan rapat bersama dengan Pak Mendagri untuk membicarakan arah kebijakan ke depan untuk sekolah-sekolah yang muridnya sangat sedikit,” jelasnya.

Komentar