Riset Kampus Jangan Cuma Numpuk di Jurnal! Mendiktisaintek: Harus Jadi Produk Nyata

INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengajak Forum Rektor Indonesia (FRI) untuk semakin mempererat sinergi antarperguruan tinggi demi mempercepat proses hilirisasi riset dan inovasi di Tanah Air. Ia menilai temuan-temuan riset di kampus semestinya mampu menjawab tantangan yang dihadapi bangsa, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendongkrak perekonomian nasional.

“Kalau kita dapati banyak persoalan, justru di situlah peran perguruan tinggi. Kita perlu melakukan banyak terobosan. Kita perlu menghasilkan karya-karya yang mampu menjadi solusi bagi bangsa,” kata Brian dalam keterangan di Jakarta, Selasa, (7/7).

Brian menyampaikan bahwa pemerintah tak henti-hentinya berupaya memperkuat tata kelola pendidikan tinggi, sekaligus mempercepat langkah hilirisasi hasil-hasil riset supaya tidak hanya berujung pada publikasi ilmiah belaka.

Sebagai mantan Wakil Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), ia meyakini kampus memegang peranan penting dalam merespons kebutuhan masyarakat sembari turut mendukung sejumlah agenda prioritas pemerintah. Oleh sebab itu, jalinan kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan sektor industri harus terus digalakkan.

Menurut Brian, kolaborasi semacam ini akan mempercepat kemunculan inovasi-inovasi yang berpotensi dikembangkan menjadi teknologi, produk, atau solusi yang benar-benar berdampak bagi pembangunan negeri.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya memperluas jangkauan internasionalisasi kampus, mempererat riset yang bersifat kolaboratif, serta mengoptimalkan pemanfaatan hasil-hasil penelitian lewat proses hilirisasi. Langkah-langkah tersebut dipandang sebagai kunci penting untuk mendongkrak daya saing perguruan tinggi Indonesia di kancah global.

Di sisi lain, Ketua Forum Rektor Indonesia, Garuda Wiko, menyatakan bahwa FRI akan terus memantapkan posisinya sebagai ruang kolaborasi antarperguruan tinggi dalam melahirkan gagasan-gagasan strategis untuk pembangunan bangsa.

Sejumlah program kolaboratif FRI saat ini diarahkan pada sektor-sektor strategis, di antaranya pangan, kesehatan, energi, hilirisasi industri, digitalisasi, material maju, kemaritiman, hingga pertahanan. Program-program itu dijalankan lewat tiga komisi serta beberapa kelompok kerja tematik.

“Harapannya, FRI dapat menjadi supporting system kebijakan, platform dialog, forum kolaboratif untuk riset dan inovasi, serta wadah peningkatan standar akademik di perguruan tinggi,” ujar Garuda Wiko.

Komentar