Alarm Keras DPR: Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat Tanpa Aturan Jelas, Guru Terancam Disingkirkan

INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Legislator Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, menegaskan bahwa keikutsertaan seribu taruna Akademi Militer (Akmil) dalam program pembinaan karakter di Sekolah Rakyat wajib memiliki batasan dan kejelasan fungsi yang tegas.

“Sebagai anggota Komisi VIII Fraksi PDI Perjuangan dengan mitra kerja Kemensos saya melihat harus dijelaskan fungsi taruna itu seperti apa,” kata Selly, saat dikonfirmasi, Jumat (26/6).

Politisi PDI Perjuangan itu menekankan bahwa kehadiran para taruna di lingkungan Sekolah Rakyat tidak boleh bergeser menjadi pengganti tenaga pengajar. Bagi Selly, keterlibatan mereka masih dapat diterima apabila kapasitasnya terbatas pada fungsi pendampingan atau pemberian motivasi dalam pembentukan karakter siswa.

Lebih jauh, ia mendesak agar para taruna dibekali pengetahuan yang memadai sebelum terjun ke lapangan.

“Para Alumni Akmil untuk dibekali materi psikologi perkembangan anak, perlindungan anak, komunikasi pendidikan, dan metode pembelajaran yang sesuai usia,” ujar dia.

Selly juga mendorong agar proses pembinaan karakter bagi peserta didik Sekolah Rakyat tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan melibatkan guru serta orang tua secara aktif. Menurutnya, karakter seorang anak mustahil terbentuk hanya melalui aktivitas di dalam sekolah semata.

“Keberhasilan membutuhkan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Evaluasi berbasis indikator. Keberhasilan program sebaiknya diukur melalui perubahan perilaku siswa, seperti kedisiplinan, kehadiran, kepedulian sosial, dan prestasi, bukan hanya tingkat kepatuhan,” ujar dia.

Komentar