Dituduh Terlibat Upaya Penggulingan Pemerintah, Ini Jawaban Menohok Hendropriyono

INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), A.M. Hendropriyono, membantah berbagai tudingan yang menyebut dirinya maupun orang-orang di sekelilingnya memiliki keterlibatan dalam gerakan yang bertujuan menjatuhkan pemerintahan yang sah. Penegasan tersebut disampaikan sebagai respons atas isu yang beredar luas di media sosial dan ruang publik.

Dalam keterangannya pada Jumat, 19 Juni 2026, Hendropriyono menegaskan bahwa tidak ada satu pun anggota keluarga ataupun rekan dekatnya yang mendukung upaya menggulingkan pemerintah. Ia menilai isu tersebut sama sekali tidak memiliki dasar.

“Bahwa saya dan orang-orang yang ada di dekat saya tidak ada yang terlibat. Tidak ada teman-teman maupun keluarga yang tidak mendukung pemerintah,” ujar Hendropriyono.

Ia juga memastikan dirinya tidak pernah memberikan arahan ataupun dukungan terhadap tindakan yang bertentangan dengan konstitusi. Menurutnya, kabar yang mengaitkan dirinya dengan upaya penggulingan pemerintahan merupakan informasi yang tidak benar.

“Kita semua tidak mendukung dan tidak memerintahkan siapa pun untuk melakukan kegiatan yang bertujuan menggulingkan pemerintah yang sah. Tidak benar,” tegasnya.

Masih pada Jumat, 19 Juni 2026, Hendropriyono mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi di negara demokrasi tetap harus dilaksanakan sesuai aturan hukum dan konstitusi. Karena itu, ia menolak keras tuduhan yang menghubungkan dirinya dengan agenda mengganti pemerintahan secara inkonstitusional.

“Dalam negara kita, penyampaian pendapat di muka umum dalam demokrasi mesti tetap harus berada dalam koridor hukum dan konstitusi. Karena itu, segala tuduhan yang mengaitkan saya dan orang-orang di sekitar saya yang beragenda menggulingkan pemerintahan, tanpa bukti yang sah, itu adalah hoaks dan fitnah yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Lebih lanjut, Hendropriyono menyampaikan bahwa komitmennya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak pernah berubah sejak masih aktif sebagai prajurit hingga memasuki masa purnatugas. Ia menegaskan seluruh pengabdiannya selama ini berlandaskan pada upaya menjaga persatuan bangsa, mempertahankan ideologi Pancasila, melaksanakan amanat UUD 1945, serta memelihara stabilitas nasional.

“Sejak dulu, saya dan teman-teman tentara, yang sekarang purnawirawan, apalagi yang masih aktif, mengabdikan diri kepada negara dalam berbagai penugasan. Prinsip kami sama, menjaga keutuhan Republik Indonesia yang Pancasilais, UUD 1945, dan stabilitas nasional,” pungkasnya.

Komentar