Operasi SAR Ditutup, 20 Korban Longsor Bandung Barat Masih Belum Terungkap

INDONESIASKETSA.COM, Bandung Barat – Operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat telah resmi ditutup pada Jumat (13/2/2026) setelah dilakukan selama 22 hari. Sepanjang proses tersebut, tim SAR gabungan berhasil menemukan 101 bodypack.

Penutupan kegiatan secara langsung dilakukan pada Sabtu (14/2/2026). Suasana haru menyelimuti saat Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menyampaikan pernyataannya di depan anggota relawan gabungan serta wakil keluarga korban, yang telah bekerja keras sejak bencana longsor terjadi pada Sabtu (24/1/2026).

Dalam pernyataannya, “Penutupan ini adalah batas formal fase tanggap darurat pencarian. Namun komitmen kemanusiaan dan empati kami kepada keluarga korban tidak pernah berhenti,” ujar Ade Dian Permana di Desa Pasirlangu, Sabtu (14/2).

Keputusan tersebut diambil setelah seluruh tahapan pencarian dan evaluasi teknis dinyatakan maksimal oleh tim SAR gabungan. Dari 101 bodypack yang berhasil diangkat, sebanyak 83 sudah teridentifikasi melalui proses Disaster Victim Identification (DVI).

Meski begitu, hingga operasi resmi ditutup masih ada 20 jiwa yang belum berhasil ditemukan.

“Seluruh proses pencarian dilakukan dengan mengedepankan profesionalisme, kehati-hatian, dan penghormatan terhadap para korban. Ini adalah operasi kemanusiaan yang kami jalankan sepenuh hati,” tambah Ade Dian.

Sejak longsor terjadi, unsur Basarnas, TNI, Polri, tim DVI, relawan, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat menghadapi berbagai kendala, termasuk medan yang tidak stabil, perubahan cuaca cepat, dan risiko longsor susulan. Namun semua pihak terus melakukan koordinasi intensif untuk memastikan proses evakuasi berjalan sesuai prosedur dan menghormati para korban.

Basarnas juga memberikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat atas kerjasama dan solidaritasnya selama operasi berlangsung. Menurut mereka, meskipun fase pencarian telah ditutup secara formal, kerja sama berbagai institusi ini mencerminkan komitmen kuat dalam merespon bencana.

Komentar