Rusia Tegas Bela Indonesia, Sebut IOC Munafik dan Menerapkan Standar Ganda

INDONESIASKETSA.COM, Kremlin – Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menuding Komite Olimpiade Internasional (IOC) bersikap tidak adil dan menerapkan “ukuran ganda” dalam kebijakannya terhadap Rusia dan Indonesia. Tuduhan itu muncul setelah IOC meminta seluruh federasi olahraga dunia agar tidak menyelenggarakan kompetisi di Indonesia. Langkah ini diambil menyusul keputusan Jakarta menolak memberikan visa kepada atlet asal Israel.

“Jelas ada perlakuan dua muka,” ujar Peskov kepada saluran olahraga Rusia, Match TV, pada Rabu (23/10). Menurutnya, sikap IOC tidak konsisten karena organisasi tersebut tak pernah menjatuhkan sanksi serupa terhadap negara-negara yang sebelumnya menolak kedatangan atlet Rusia.

Pernyataan itu menjadi bentuk protes terbuka Kremlin terhadap keputusan IOC yang baru-baru ini menyarankan seluruh federasi olahraga internasional untuk menunda atau memindahkan turnamen dari wilayah Indonesia.

Selain rekomendasi tersebut, IOC juga membekukan komunikasi dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengenai rencana pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2036, serta beberapa ajang olahraga lain di bawah koordinasi lembaga itu. Dewan Eksekutif IOC menilai keputusan Indonesia bertentangan dengan prinsip dasar Olimpiade yang menolak segala bentuk diskriminasi terhadap atlet dari negara mana pun.

Dalam pernyataan resminya, IOC menegaskan bahwa “semua peserta yang memenuhi syarat berhak tampil dalam kompetisi internasional tanpa terkecuali.” Lembaga itu menambahkan, “tanggung jawab sepenuhnya ada pada negara tuan rumah untuk memastikan prinsip tersebut dijalankan tanpa intervensi politik.”

Perselisihan ini berawal dari kebijakan pemerintah Indonesia yang menolak memberikan visa bagi pesenam asal Israel yang dijadwalkan mengikuti Kejuaraan Dunia Senam Artistik ke-53 di Jakarta pada 19–25 Oktober 2025.

Menteri Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yasonna Laoly, menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari konsistensi diplomatik Indonesia yang tidak menjalin hubungan resmi dengan Israel. Sikap itu sempat mendapat pengertian dari Federasi Senam Internasional (FIG), bahkan upaya Israel menggugat keputusan Indonesia ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) ditolak.

Peskov menilai tindakan IOC terhadap Indonesia mencerminkan pola ketidakadilan yang juga dialami Rusia sejak atletnya dijatuhi sanksi akibat konflik di Ukraina. “Ada bias politik yang jelas dalam keputusan IOC,” tegasnya.

Dengan pernyataan ini, Moskow secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap Indonesia sekaligus memperkuat kritik terhadap IOC yang dianggap semakin terjebak dalam kepentingan politik dalam dunia olahraga global.

Komentar