TNI Dituntut Kembali Ke Barak, Prabowo: Masih Diperdebatkan

INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menanggapi aspirasi masyarakat yang muncul usai aksi demonstrasi besar di penghujung Agustus. Menurutnya, dari sekian banyak tuntutan yang disuarakan, ada yang realistis untuk dijalankan, sementara sebagian lainnya membutuhkan dialog lebih lanjut.

“Beberapa poin saya nilai wajar, dan sisanya bisa kita diskusikan secara terbuka. Banyak hal yang menurut saya bersifat normatif, sehingga bisa dibicarakan dengan baik,” ujar Prabowo di Hambalang, Jawa Barat, akhir pekan lalu.

Salah satu tuntutan yang ia sambut positif adalah usulan pembentukan tim investigasi independen atas kasus Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek daring yang tewas setelah dilindas kendaraan taktis milik polisi.

“Mengenai tim investigasi independen, saya rasa itu langkah yang masuk akal. Gagasan ini layak dibicarakan lebih lanjut, dan nanti kita lihat bagaimana bentuk implementasinya,” jelasnya.

Namun, tidak semua desakan diterimanya begitu saja. Menanggapi permintaan agar militer ditarik dari pengamanan sipil, Prabowo menegaskan bahwa TNI memiliki mandat konstitusional untuk menjaga rakyat dari berbagai ancaman.

“Terorisme, pembakaran, hingga tindakan yang menimbulkan kerusuhan jelas merupakan ancaman bagi masyarakat. Karena itu, menarik TNI dari tugas pengamanan sipil, menurut saya, masih bisa diperdebatkan. Tetapi sebagai Presiden, saya akan tetap melaksanakan kewajiban yang diatur oleh UUD,” tandasnya.

Komentar