NTB Diguncang Demonstrasi, Massa Geruduk Polda

INDONESIASKETSA.COM, Mataram – Pada Sabtu, 30 Agustus 2025, ratusan orang yang tergabung dalam aliansi mahasiswa dan masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) turun ke jalan dan menggelar aksi protes di depan Markas Kepolisian Daerah NTB.

Aksi ini disertai seruan tuntutan yang disuarakan oleh para demonstran. Nazir Huda, selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mataram dan juga salah satu penggerak aksi, memaparkan tujuh poin tuntutan utama dalam orasinya.

Di antara tuntutan tersebut adalah penolakan terhadap RUU KUHAP yang dinilai dapat membuka celah bagi penyalahgunaan kekuasaan oleh aparat, kecaman terhadap praktik intimidatif serta tindakan represif oleh aparat penegak hukum terhadap para demonstran, hingga desakan agar Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo, segera dicopot dari jabatannya.

“Meminta Kepolisian Republik Indonesia untuk menindak dan menghukum pelaku penabrak pengemudi ojol serta meminta pihak kepolisian untuk Transparan dalam kasus penabrakan Ojol,” ujar Nazir.

Selanjutnya, mereka menuntut membebaskan semua aktivis atau massa aksi yang sedang ditahan di seluruh Indonesia dan meminta DPRD NTB untuk segera menindaklanjuti tujuh poin tuntutan massa aksi tersebut.

Ratusan massa aksi berhasil masuk ke dalam Gedung Polda NTB sekitar pukul 10.57 Wita. Demo sempat berlangsung ricuh dengan adanya aksi lemparan batu ke pintu masuk lobi dan perusakan tiang bendera di halaman Polda NTB.

Salah satu pemicu kerusuhan adalah massa aksi yang tidak bisa bertemu dengan Kepala Polda NTB, Irjen Pol Hadi Gunawan.

Pada pukul 11.41 Wita beberapa massa aksi merobohkan tiang bendera yang berada di halaman Polda NTB.

Sekitar pukul 11.56 Wita suasana semakin memanas. Sebagian massa aksi sempat ricuh dengan polisi yang membentuk barikade di depan pintu masuk utama.

Suasana mulai kondusif pada pukul 12.02 Wita. Massa aksi kemudian beralih dari Polda NTB menuju DPRD NTB di Jalan Udayana.

Komentar