Pengukuhan dan Rakernas DPP Perhiptani Masa Bakti 2023-2028

INDONESIASKETSA. COM, Jakarta –Pengukuhan dan Rakernas Dewan Pengurus Pusat Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (DPP Perhiptani) Masa Bakti 2023-2028 di Audit D Gedung D Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (25/10/2023) sukses terlaksana. Dengan mengusung tema” Sinergitas Perhiptani dan Pemerintah Dalam Menjaga Ketersediaan Pangan Nasional”.

Ketua Harian DPP PERHIPTANI, Ir. Fathan MAg menyampaikan acara Pengukuhan dan Rakernas DPP PERHIPTANI ini merupakan tindak lanjut hasil Kongres PERHIPTANI ke VIII 11 Juni 2023 di Padang, Sumatera Barat yang telah memilih dan menetapkan Bapak Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Si sebagai Ketua Umum DPP PERHIPTANI masa bakti 2023-2028.

Lanjut Fathan, ia menambahkan bahwa peserta yang hadir mengikuti acara pengukuhan ini sebanyak 160 orang terdiri dari DPP PERHIPTANI yang merupakan Dewan Etika, Dewan Pembina serta Dewan Pengurus Harian. Selain itu pada kesempatan ini hadir pula para ketua dan sekretaris DPW dari 38 Provinsi serta para undangan lainnya.

Kemudian Bapak Irjen Kementerian Pertanian, Jan Samuel Maringka dalam arahannya mengapresiasi kepada Bapak Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Si sebagai Ketua Umum DPP PERHIPTANI masa bakti 2023-2028, para pakar, stakeholder yang telah membina para penyuluh pertanian dalam rangka menjaga Pangan Nasional.

Kendati demikian Bapak Irjen Kementerian Pertanian menyuarakan agar Jaga Pangan Masa Depan. Fokus pada Program Strategis, Prioritas, dan Super Prioritas serta membangun sinergi APIP dan APH untuk mewujudkan ketahanan pangan.

Ketua DPP PERHIPTANI DR. H. Isran Noor MSi menjelaskan seiring dengan perkembangan kemajuan teknologi dalam berbagai aspek pembangunan pertanian, DPP PERHIPTANI menaruh harapan besar kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mendorong: 1) Re-konstruksi Peraturan Perundangan di bidang penyuluhan pertanian. 2) Re-dinamisasi Sistem Catur Sarana 3) Re-posisi Penyuluh Pertanian. 4) Re-strukturisasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian. 5) Re-orientasi Pelaksanaan Program; dan 6) Re-evaluasi biaya operasional penyelenggaran penyuluhan pertanian. Semoga ke-6 poin penting ini dapat kita perjuangkan untuk masa depan penyuluh pertanian” ungkapnya.

Komentar