Pj Gubernur DKI Kena Semprot, Gara-Gara Tanggapi Polusi Udara dengan Candaan

INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace, Bondan Andriyanu angkat bicara terkait candaan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono terkait mengatasi permasalahan kualitas udara yang buruk. Menurutnya, hal tersebut tidak pantas menjadi bahan candaan. 

Sebelumnya kualitas udara yang buruk di Jakarta direspon dengan candaan oleh Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. Heru terkesan tidak serius merespons pertanyaan wartawan dengan jawaban sekadarnya.

“Ya saya tiup saja”, katanya sambil memeragakan mulutnya yang sedang meniup kepada wartawan di kawasan Jakarta Selatan pada Senin (12/6).

Bondan menekankan sejatinya ini mengenai hak warga negara menghirup udara bersih tidak elok jika dijadikan bahan candaan.

“Mengingat ketika polusi udara tinggi seperti ini banyak terjadi peningkatan penyakit yang erat kaitannya dengan polusi udara. Yang menimpa kelompok sensitif seperti anak-anak, Manusia Usia Lanjut (Manula) dan ibu hamil”, terang Bondan, Rabu (14/6).

Kemudian, ia melanjutkan sumber utama pencemaran udara di DKI Jakarta berasal dari asap knalpot kendaraan. Maka dari itu, seharusnya ada rencana pengendalian pencemaran dari asap knalpot kendaraan dan kedepannya harus juga ada pembatasan kendaraan bermotor.

Ia menambahkan kendaraan listrik yang didorong oleh pemerintah bukan solusi untuk mengatasi polusi udara. Sebab, energi listrik yang digunakan untuk menggerakkan kendaraan listrik itu masih didominasi oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara yang menjadi salah satu sumber pencemaran udara.

“Kami beranggapan itu adalah solusi palsu karena hanya memindahkan polusi dari knalpot ke cerobong PLTU”, pungkas Bondan.

Selain itu, kendaraan listrik tidak bisa menyelesaikan permasalahan macet.

“Malah hanya akan menambah jumlah kendaraan di jalan raya”, tutup Bondan.

Komentar