INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Hiruk pikuk jelang pemilihan presiden terus terasa, gerilya para calon Presiden dan calon Wakil Presiden terus berlanjut, mereka tanpa henti melakukan kerja politik yang berkesinambungan demi memastikan bisa bertarung di pilpres 2024 mendatang.
Partai politik kini sedang sibuk memainkan perannya guna membentuk koalisi kuat demi memenangkan pertarungan pilpres, salah satu eskalasi yang sangat alot adalah penentuan pasangan calon wakil presiden .
Peneliti Polsentrum Indonesia, Ilham Muhammad, Menilai 5 besar calon presiden yang berada di puncak elektabilitas berdasarkan temuan survei yakni Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, dan Sandiaga Uno semuanya memiliki kebutuhan untuk mencari figur cawapres dari Jawa Timur.
“Uniknya karena kelima tokoh ini tidak memiliki basis kuat di provinsi Jawa Timur , sementara Jawa Timur adalah kantong suara terbesar kedua nasional, hal itu menjadi alasan kuat sehingga calon wakil presiden yang diincar para calon presiden adalah figur Jawa Timur,” ungkap Ilham dalam keterangan yang diterima redaksi indonesiasketsa.com, Kamis (20/4).
Pada bulan September 2022, kelompok masyarakat membentuk Forum Jatim Memilih yang bergerak untuk mengajak partisipasi publik dalam melakukan penjajakan figur Jawa Timur untuk didorong maju sebagai Calon Presiden dan Wakil Presiden pada pilpres 2024 mendatang. Adapun kriteria yang dijadikan indikator adalah Tokoh Nasional yang berasal dari Jawa Timur, menduduki jabatan strategis di institusi pemerintah maupun organisasi pada tingkat pusat, memiliki visi dan gagasan keindonesian, mendapat dukungan kelompok masyarakat , memiliki mesin politik.
Gerakan ini kemudian menjaring beberapa tokoh yaitu Mahfud MD (Menko Polhukam RI), LaNyalla Mattalitti (Ketua DPD RI), Moeldoko (Kepala Kantor Staf Presiden), Khofifah Indar Parawansah (Gubernur Jatim), Muhaimin Iskandar( Wakil Ketua DPR RI/Ketum Partai Kebangkitan Bangsa) dan Agus Harimurti Yudhoyono(Ketum Partai Demokrat).
“Jika melihat figur Jawa Timur tersebut, maka ditetapkan 2 klasifikasi latar belakang yang memiliki ceruk pemilih berdasarkan idiologi psikologis yaitu figur islamis seperti Mahfud MD, Khofifah Indar Parawansah, Muhaimin Iskandar dan figur nasionalis seperti LaNyalla Mattalitti, Moeldoko, Agus Harimurti Yudhoyono,” terang Ilham.
Bagaimana selera Partai Politik dan kombinasi ideal pasangan capres/cawapres ? Apakah Figur Jawa Timur justru akan menjadi kuda hitam jika maju sebagai Calon Presiden Mendatang? Segala hal masih bisa terjadi, mengingat kondisi politik masih sangat dinamis.







Komentar