Masjid Kampus UGM Tidak Ingin Undang Tokoh Parpol Selama Ramadhan

INDONESIASKETSA.COM, Sleman – Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (Maskam UGM) memastikan  tak akan mengundang tokoh politik yang berafiliasi dengan partai politik sebagai pembicara pada Ramadhan Public Lecture, kegiatan yang secara khusus digelar selama Ramadhan 1444 Hijriyah. Penegasan ini disampaikan Ketua Panitia Ramadhan Maskam UGM, Axel Milbarindra.

“Tahun ini kita sepakati bersama dengan pihak Rektorat, Masjid Kampus sendiri sekarang adalah part of UGM. Kalau dulu yayasan sekarang bagian dari UGM di bawah pimpinan Rektorat, sehingga kita selalu akan koordinasi secara teknis hal-hal terkait konseptual kegiatan segala macam. Sehingga kemarin Kita menyepakati untuk di tahun ini tidak lagi mengundang tokoh-tokoh yang berbau politik ya terutama yang berafiliasi dengan partai,” ungkap Axel kepada awak media beberapa waktu lalu. 

Alasannya, kata Axel, tahun 2023 ini merupakan tahun politik mengingat awal tahun 2024 sudah digelar pemilihan umum. Maskam UGM tak ingin membawa politik praktis ke dalam masjid.

“Di tahun depan awal sudah mulai pemilihan umum sehingga kita sepakat tidak membawa politik praktis ke dalam masjid lagi untuk tahun ini,” terangnya. 

Tahun ini Masjid Kampus UGM hanya akan mengundang sejumlah tokoh nasional dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju sebagai pembicara di Ramadhan Public Lecture. Beberapa tokoh menteri yang dijadwalkan menjadi pembicara dalam Ramadhan Public Lecture diantaranya Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Ekonomi Sri Mulyani, dan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi.

Ramadhan Public Lecture telah digelar Masjid Kampus UGMsejak Rabu (22/3/2023). Ketua Takmir Maskam UGM Rizal Mustanyir menjadi pembicara pertama dengan materi berjudul ‘Iman dan Realitas: Dari Takwa Individual Menuju Takwa Sosial’. 

Komentar