INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat ini sedang mendata secara menyeluruh berbagai tawaran uluran tangan dari mancanegara. Langkah peninjauan ini dilakukan guna memastikan setiap dukungan logistik atau teknis yang masuk benar-benar tepat sasaran dalam menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pemerintah pada prinsipnya tidak menutup pintu bagi pihak luar. Kendati demikian, penerimaan hibah atau fasilitas penunjang luar negeri hanya akan direalisasikan apabila sarana yang dibutuhkan terbukti kosong atau tidak dimiliki di dalam negeri.
Prinsip utamanya adalah mengoptimalkan seluruh potensi dan kapasitas mandiri terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk bergantung pada uluran tangan negara lain. Meskipun demikian, fleksibilitas tetap dikedepankan manakala instrumen krusial di lapangan memang mendesak untuk dipenuhi.
Sebagai gambaran nyata, Kepala BNPB menyoroti operasional armada udara Hercules C-130 yang tengah diandalkan untuk menjalankan misi modifikasi cuaca (OMC) sekaligus mendistribusikan logistik darurat penanganan karhutla.
“Ya saya kira kalau emang kita butuh dan kita nggak punya ya, why not? Tapi kalau kita punya kenapa harus susah-susah minta. Gitu ya. Toh kalau contoh pesawat Hercules, negara lain menawarkan ini lho ada pesawat C-130, lha kita juga ada, kan lebih efektif kita gunakan, ya. Kenapa harus kita pinjem,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa optimalisasi aset domestik senantiasa menjadi prioritas utama penanggulangan.
“Kita usaha sendiri dulu. Kalau kayak bantuan air minum, kan kita juga punya air minum, bantuan masker kita juga punya gitu. Kita juga kepakai kok gitu ya,” sambung Kristomei.