INDONESIASKETSA.COM, Nagoya — Dua atlet Indonesia menghadirkan dua kisah kemenangan yang berbeda, tetapi sama-sama menegangkan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Rahmat Erwin Abdullah merebut emas angkat besi dengan memecahkan rekor dunia, sementara Desak Made Rita Kusuma Dewi mengunci emas panjat tebing setelah menang hanya dengan selisih 0,002 detik.
Kemenangan keduanya sekaligus mengantarkan Indonesia memenuhi target empat medali emas pada Asian Games 2026. Ajang ini berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, 19 September hingga 4 Oktober 2026.
Rahmat Erwin: Emas Ditentukan di Angkatan Terakhir
Rahmat Erwin Abdullah tampil luar biasa pada final kelas 75 kilogram putra angkat besi di Nagoya City Trade and Industry Center, Sabtu, 26 September 2026.
Rahmat mencatatkan snatch 160 kilogram dan clean and jerk 206 kilogram, sehingga membukukan total 366 kilogram.
Angka tersebut cukup untuk mengantarnya ke podium tertinggi, hanya unggul 1 kilogram atas lifter Thailand, Weeraphon Wichuma, yang mengoleksi total 365 kilogram. Perunggu diraih Ri Chong Song dari Korea Utara dengan total 357 kilogram.
Namun, kemenangan Rahmat tidak datang dengan mudah.
Setelah sesi snatch, ia masih mendapat tekanan dari Ri Chong Song yang mampu mengangkat 162 kilogram. Persaingan semakin sengit pada sesi clean and jerk.
Rahmat sempat mengangkat 201 kilogram. Wichuma kemudian berhasil mencapai 205 kilogram sehingga total angkatannya menjadi 365 kilogram dan untuk sementara menempatkannya di posisi teratas.
Tekanan kemudian berada di pundak Rahmat.
Ia mengambil keputusan berani dengan mencoba 206 kilogram. Angkatan itu berhasil dituntaskan.
Total 366 kilogram sekaligus mengembalikan posisi teratas kepada Rahmat dan memastikan emas untuk Indonesia.
Lebih dari sekadar emas, kemenangan tersebut juga mencatatkan dua rekor dunia, yakni pada total angkatan 366 kilogram dan clean and jerk 206 kilogram, sebagaimana dilaporkan Kemenpora dan OCA.
Bagi Rahmat, emas di Nagoya juga merupakan emas keduanya di Asian Games. Sebelumnya, ia menjadi juara di Hangzhou 2022, ketika tampil di kelas 73 kilogram.
Kemenangan itu memiliki makna personal. OCA mencatat Rahmat menyebut dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam perjuangannya, termasuk dukungan sang ayah yang juga merupakan pelatihnya.
Desak Made: Hanya 0,002 Detik yang Memisahkan Emas dan Perak
Jika Rahmat harus mengangkat beban lebih berat dari lawannya, Desak Made Rita Kusuma Dewi harus berpacu dengan waktu.
Pada final nomor speed putri panjat tebing Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Portmesse Nagoya Exhibition Hall, Rabu, 30 September 2026, Desak Made mencatat waktu 6,062 detik.
Angka tersebut membawanya ke podium tertinggi setelah mengalahkan atlet China, Deng Lijuan, yang finis dengan waktu 6,064 detik.
Selisihnya?
Hanya 0,002 detik.
Medali perunggu diraih atlet Korea Selatan, Jeong Jimin, dengan waktu 6,18 detik.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi emas kedua Desak Made di Asian Games. Ia sebelumnya juga memenangkan nomor speed putri pada Asian Games Hangzhou 2022.
Lebih istimewa lagi, catatan 6,062 detik tersebut memecahkan rekor Asian Games yang sebelumnya juga atas namanya sendiri, yakni 6,07 detik.
Drama kemenangan Desak Made bahkan terasa sejak babak sebelumnya. Desak menjadi yang tercepat pada perempat final dengan waktu 6,39 detik sebelum melanjutkan perjalanan menuju semifinal dan final.
Empat Emas Indonesia Terpenuhi
Emas Rahmat Erwin menjadi emas kedua Indonesia pada Asian Games 2026. Setelah itu, Desak Made memastikan emas keempat Indonesia.
Empat emas Indonesia berasal dari bulutangkis tunggal putra, bulutangkis beregu putra, angkat besi kelas 75 kilogram putra, dan panjat tebing speed putri. Hingga tambahan emas Desak Made, Indonesia mengoleksi 4 emas, 7 perak, dan 20 perunggu, atau total 31 medali.
Dua kemenangan itu memperlihatkan dua wajah berbeda dari olahraga prestasi Indonesia.
Rahmat menang melalui pertarungan kilogram demi kilogram.
Desak Made menang melalui pertarungan sepersekian detik.
Tetapi keduanya berujung pada cerita yang sama. Merah Putih berkibar di podium tertinggi Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Dan yang membuat pencapaian itu semakin menarik, kedua emas tersebut tidak hanya menghadirkan medali, tetapi juga rekor, Rahmat dengan rekor dunia di angkat besi dan Desak Made dengan rekor Asian Games di panjat tebing.