INDONESIASKETSA.COM, Palembang – Total wilayah terdampak insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan tercatat mencapai 1.926 hektare hingga kurun waktu Minggu, 23 Agustus 2026. Meskipun demikian, angka tersebut tidak menunjukkan lonjakan dari catatan areal terbakar pada hari sebelumnya.
Upaya penanggulangan karhutla di kawasan ini terus digalakkan melalui penggabungan strategi operasi darat dan udara. Langkah penanganan udara didukung pengerahan sembilan unit wahana udara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang mencakup dua unit helikopter pengintai serta tujuh helikopter pemadam (waterbombing).
Di sisi lain, penerapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga telah direalisasikan sebagai langkah antisipasi mempercepat datangnya hujan alami. Mengenai hal tersebut, perwakilan BNPB menyampaikan,
“OMC yang pernah dilakukan pada 5-15 Mei 2026, 4-10 Agustus 2026, dan telah sukses dilaksanakan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Pandjaitan.
Meskipun laju perluasan titik api saat ini terpantau stabil, petugas gabungan di lapangan tetap bersiap siaga tinggi guna mencegah munculnya titik api baru akibat cuaca kering yang masih melanda wilayah tersebut.