Site icon indonesiasketsa.com

Dirut Agrinas Minta Pihak yang Sebut Isu Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun Beri Penjelasan

Foto: Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo (Muhammad Reevanza/detikFoto)

INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota, merespons isu anggaran pengadaan kipas angin untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) senilai Rp1,8 triliun yang belakangan menjadi sorotan publik. Joao menegaskan informasi tersebut bukan berasal dari dirinya dan meminta agar pihak yang pertama kali menyampaikan isu itu memberikan penjelasan.

“Itu kan (kipas angin) sarana prasarana. Tapi kalau kipas kan bukan saya ngomong. Tanya sama yang ngomong gitu. Kan biar kalian muatin dulu, biar ramai dulu, nanti saya jelasin satu kali kan selesai,” kata Joao kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7).

Joao mengatakan dirinya tidak pernah menyampaikan adanya pengadaan kipas angin senilai Rp1,8 triliun sebagaimana ramai diperbincangkan di media sosial. Menurutnya, penjelasan mengenai informasi tersebut seharusnya disampaikan oleh pihak yang pertama kali mengemukakannya.

“Iya. Dia ngomong di mana sama siapa, kan yang ngomong yang suruh jelasin, masa saya suruh jelasin orang lain yang ngomong kok,” kata Joao.

Ia kembali menegaskan bahwa dirinya hanya akan menjelaskan hal-hal yang menjadi kewenangannya.

“Pokoknya yang ngomong suruh jelasin, saya kan jelasin yang saya ngomong, yang saya tahu, gitu. Masak orang lain yang ngomong, saya yang jelasin. Saya nggak tahu apa yang dia bahas. Yang dibahas apa?” lanjutnya.

Joao juga mengaku tidak mengetahui asal-usul informasi mengenai anggaran tersebut. Ia mengatakan baru mengetahui isu itu melalui pemberitaan.

“Saya nggak tahu. Saya nggak tahu dia ngomong di mana, saya juga baca berita, saya lihat ini, ya sudah biarin saja orang nggak ada urusan sama saya, ngapain saya urusin,” katanya.

Meski demikian, Joao menjelaskan PT Agrinas Pangan Nusantara memang mendapat penugasan dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengelola program KDKMP selama dua tahun, mulai dari pembangunan hingga operasional.

“Kan kita ditugaskan untuk mengelola selama dua tahun. Dari Pembangunan, pengadaan, dan menjalankannya selama dua tahun,” katanya.

Sebelumnya, isu pengadaan kipas angin mencuat setelah Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mempertanyakan informasi mengenai dugaan pengadaan 1,8 juta unit kipas angin dengan nilai Rp1,8 triliun dalam rapat kerja bersama Menteri Koperasi.

“Hari ini rakyat sedang dihebohkan dengan isu adanya pengadaan kipas angin 1,8 juta dengan nilainya Rp 1,8 triliun. Lalu dari isu ini kami mencari informasi tapi kami tidak dapat satu informasi pun dari pemerintah adanya pengadaan ini. Kami juga informasi pihak-pihak terkait tidak berani jawab,” ujar Mufti dalam rapat kerja di Gedung DPR, Jakarta Pusat.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pengelolaan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi tanggung jawab PT Agrinas Pangan Nusantara.

“Mungkin kalau koperasi kan memang itu yang tanggung jawab si Agrinas kan. Kita hanya bayar cicilannya saja. Cuma manajemen segala macam di sana,” kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (23/7).

Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi yang disertai dokumen mengenai ada atau tidaknya pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai Rp1,8 triliun dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Isu tersebut masih menjadi perhatian publik dan telah memicu permintaan klarifikasi dari DPR kepada pemerintah.

Exit mobile version