Site icon indonesiasketsa.com

Cerita Unik di Balik Kemenangan Spanyol atas Argentina

Spanyol berhasil menjuarai Piala Dunia 2026. (Foto: Getty Images)

INDONESIASKETSA.COM, New Jersey – Timnas Spanyol resmi dinobatkan sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 di partai final yang digelar di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Senin dini hari WIB. Gol tunggal kemenangan La Furia Roja dicetak pemain pengganti Ferran Torres pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu, memanfaatkan umpan dari Nico Williams. Kemenangan ini mengakhiri penantian gelar dunia Spanyol selama 16 tahun sejak terakhir kali mereka menjuarai Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, sekaligus memupuskan mimpi Argentina mempertahankan gelar yang diraih empat tahun lalu di Qatar.

Namun di balik skor yang terkesan biasa, laga puncak ini menyimpan sederet fakta yang jarang terjadi dalam sejarah final Piala Dunia.

Messi Nyaris Tak Tersentuh Bola

Sorotan utama pertandingan justru datang dari sosok yang biasanya jadi pusat serangan Argentina. Sepanjang 15 menit pertama laga, kapten Argentina Lionel Messi tercatat hanya menyentuh bola satu kali, yaitu saat kick-off dimulai. Minimnya sentuhan itu mencerminkan betapa rapatnya pertahanan Spanyol meredam kreativitas lini serang Argentina sepanjang laga.

Meski tampil jauh dari performa terbaiknya, Messi tetap mengukir sejarah dengan tampil di final Piala Dunia untuk ketiga kalinya dalam kariernya, menyamai capaian legenda Brasil, Cafu. Di usia 39 tahun, ia sekaligus menjadi pemain outfield tertua yang pernah tampil di partai puncak turnamen empat tahunan ini.

Rekor Minim Peluang Sejak 1966

Ketatnya permainan kedua tim tergambar dari statistik peluang yang tercipta. Sepanjang babak pertama, hanya ada tiga tembakan yang tercipta dari kedua tim, jumlah paling sedikit dalam sejarah final Piala Dunia sejak tahun 1966. Bahkan lebih mencolok lagi, Argentina tercatat sebagai tim pertama dalam sejarah final Piala Dunia yang gagal melepaskan satu pun tembakan ke arah gawang sepanjang durasi pertandingan, sebuah catatan kelam yang belum pernah terjadi bagi mereka sepanjang sejarah keikutsertaan di ajang ini.

Pahlawan dari Bangku Cadangan

Ferran Torres yang baru masuk menggantikan Mikel Oyarzabal di menit ke-62 menjadi penentu kemenangan Spanyol. Uniknya, Torres tercatat sebagai pemain pengganti kedua sepanjang sejarah yang berhasil mencetak gol penentu kemenangan di final Piala Dunia. Golnya juga membangkitkan kembali ingatan pahit publik Argentina, sebab dua belas tahun sebelumnya Argentina juga takluk di final lewat gol perpanjangan waktu Mario Gotze pada final Piala Dunia 2014.

Proses terciptanya gol pun tidak mulus di percobaan pertama. Nico Williams sempat menjebol gawang Argentina lebih dulu di menit ke-96 lewat sundulan memanfaatkan umpan Pedri, namun gol tersebut dianulir wasit karena ada pelanggaran lebih dulu. Beberapa menit berselang, giliran Torres yang benar-benar tak terbendung.

Kartu Merah dan Drama di Ujung Laga

Argentina harus menyelesaikan laga dengan sepuluh pemain setelah gelandang Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua jelang berakhirnya waktu normal babak kedua akibat pelanggaran terhadap Pau Cubarsi. Ketegangan bahkan berlanjut usai pertandingan usai, di mana gelandang Argentina Leandro Paredes dilaporkan terlibat kericuhan dengan pemain Spanyol Gavi dan Eric Garcia.

Yamal Ukir Sejarah, Rodri Raih Golden Ball

Di kubu Spanyol, bintang muda Lamine Yamal turut menorehkan catatan istimewa. Pada usia 19 tahun, Yamal menjadi pemain pertama yang tampil di final Euro sekaligus final Piala Dunia dan berhasil menjuarai keduanya, rekor ganda yang belum pernah dicapai pemain lain seusianya.

Dominasi Spanyol secara individu semakin terasa setelah gelandang Rodri dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen lewat penghargaan Golden Ball, melengkapi koleksi trofi kolektif dan individu bagi timnas Spanyol di Piala Dunia 2026.

Kemenangan ini menjadi penutup manis perjalanan panjang Spanyol yang sebelumnya menyingkirkan Prancis 2-0 di semifinal, sementara Argentina melaju ke final usai mengalahkan Inggris 2-1. Bagi Argentina, kekalahan ini menjadi pukulan berat setelah tampil dominan sepanjang turnamen termasuk mencetak total 19 gol dalam perjalanan mereka menuju final namun tak mampu menembus rapatnya pertahanan Spanyol di laga paling menentukan.

Exit mobile version