INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengingatkan bahwa tantangan besar yang kini dihadapi Indonesia bukanlah konflik bersenjata, melainkan tekanan ekonomi yang berpotensi berdampak luas terhadap dunia usaha dan tenaga kerja. Menurutnya, situasi tersebut menjadi “perang” sesungguhnya yang harus dihadapi bersama.
Pernyataan itu disampaikan Dasco ketika menerima aspirasi sejumlah perwakilan serikat pekerja dan pelaku industri. Dalam kesempatan tersebut, ia menilai ketidakpastian ekonomi global telah memunculkan ancaman baru berupa meningkatnya risiko pemutusan hubungan kerja (PHK), sehingga memerlukan langkah antisipasi dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
“Perang di Indonesia baru dimulai. Perang kita adalah bagaimana menyelamatkan lapangan pekerjaan, menjaga industri tetap hidup, dan memastikan rakyat tetap bisa bekerja,” pungkasnya.
Ia menjelaskan bahwa berbagai gejolak internasional telah memberi tekanan terhadap sektor industri nasional. Karena itu, menurutnya, upaya mempertahankan iklim investasi dan menjaga keberlangsungan dunia usaha menjadi kunci agar perusahaan tidak semakin terbebani hingga melakukan pengurangan tenaga kerja.
“Kalau kita tidak bersama-sama menjaga industri kita, maka ancaman PHK akan semakin besar,” terangnya.
Dasco juga menegaskan bahwa DPR akan terus menjalin komunikasi dengan pemerintah maupun pelaku usaha guna mencari solusi yang dapat meminimalkan dampak perlambatan ekonomi. Ia berharap kebijakan yang diambil mampu memberikan kepastian bagi investor sekaligus melindungi para pekerja.
“Kita harus bersama-sama mencari jalan keluar agar investasi tetap masuk, industri tetap berjalan, dan pekerja tetap terlindungi,” ucapnya.
Menurutnya, kondisi yang sedang berlangsung harus dipandang sebagai tantangan nasional yang membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Dengan sinergi antara pemerintah, parlemen, pengusaha, dan kalangan buruh, Indonesia dinilai memiliki peluang lebih besar untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mencegah gelombang PHK yang lebih luas.