Site icon indonesiasketsa.com

Penjajah Israel Tangkap Sejumlah WNI dalam Misi Kemanusiaan Gaza, Pemerintah RI Didesak Lakukan Tindakan Cepat dan Konkret

Dunia internasional kecam keras tindakan penjajah Israel yang tangkap aktivis Global Sumud Flotilla. (Foto: Istimewa)

INDONESIASKETSA.COM, Jakarta — Ketegangan di kawasan Mediterania Timur kembali memanas setelah militer Israel dilaporkan menangkap sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Gaza, Palestina. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan terus memantau perkembangan dan menyiapkan langkah perlindungan terhadap para WNI tersebut.

Berdasarkan keterangan resmi Kemlu RI, dari total sembilan WNI yang mengikuti misi tersebut, tujuh orang dilaporkan telah ditangkap oleh militer Israel. Dua WNI lainnya masih berada di kapal dan disebut berada dalam situasi rawan karena sewaktu-waktu dapat mengalami intersepsi serupa.

Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, mengatakan pemerintah Indonesia saat ini berada dalam posisi siaga penuh untuk memastikan keselamatan seluruh WNI yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.

“Kementerian Luar Negeri melalui Perwakilan RI akan terus memantau situasi, melakukan verifikasi posisi dan kondisi para WNI, serta menyiapkan langkah-langkah pelindungan yang dibutuhkan,” ujarnya dalam pernyataan tertulis. Rabu (20/5).

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menegaskan pemerintah telah mengoordinasikan langkah diplomatik melalui jaringan perwakilan Indonesia di luar negeri. Pemerintah, kata dia, terus berkomunikasi dengan berbagai pihak guna memperoleh akses informasi terkait kondisi para WNI yang ditahan.

Insiden tersebut terjadi ketika rombongan Global Sumud Flotilla berupaya menembus blokade menuju Gaza untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa beberapa WNI yang ikut dalam misi itu merupakan jurnalis media nasional dan relawan kemanusiaan.

Penangkapan para relawan Indonesia memicu reaksi dari berbagai kalangan di dalam negeri. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah mengambil langkah cepat dan konkret demi membebaskan para WNI serta menjamin keselamatan mereka.

Anggota Komisi I DPR RI juga meminta pemerintah meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Israel melalui jalur bilateral maupun forum internasional. Mereka menilai tindakan intersepsi terhadap kapal misi kemanusiaan menimbulkan kekhawatiran terkait perlindungan terhadap relawan sipil di wilayah konflik.

Hingga Rabu pagi, pemerintah Indonesia memastikan koordinasi lintas kementerian masih berlangsung dan perkembangan terbaru terkait kondisi para WNI terus dipantau secara intensif.

Exit mobile version