Site icon indonesiasketsa.com

Jangan Ganggu MBG! Mentan Amran: Program Ini Serap Produk 160 Juta Petani

Amran Sulaiman bersiap dilantik menjadi Menteri Pertanian di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/10/2023).

INDOENESIASKETSA.COM, Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak diganggu.

Amran mengatakan, MBG menjadi program pemerintah yang menyerap produk 160 juta petani tanah air.

“Jadi MBG ini jangan diganggu, ini adalah motor penggerak ekonomi di desa,” kata Amran usai acara Dialog Swasembada Pangan di Gudang Ramokalisari yang disewa Bulog di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/5).

Amran menjelaskan, MBG bisa menjadi instrumen pemerintah dalam mengendalikan harga pangan. Dalam kasus harga telur yang anjlok di tingkat kandang karena kelebihan pasokan misalnya, pemerintah menggunakan MBG sebagai instrumen stabilisasi harga.

Pihaknya meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana untuk meningkatkan penggunaan telur pada menu MBG dari satu kali menjadi dua kali dalam sepekan.

“Insya Allah satu mungkin satu minggu ke depan atau 5 hari 2 hari 3 hari langsung naik karena 60 juta orang konsumsi,” ujar Amran.

Menurut Amran, jika terdapat kesalahan dalam pelaksanaan program MBG bisa diperbaiki. Pun ketika terjadi korupsi pelakunya bisa ditangkap aparat penegak hukum.

“Itu komitmen Bapak Presiden,” ujar Amran.

Lebih lanjut, Amran mengeklaim program MBG sebenarnya tidak menguntungkan secara politik. Sebab, program tersebut menyasar anak yang masih dalam kandungan sebagai investasi jangka panjang.

“Anak-anak bergizi. Ini investasi jangka panjang. Kalau segi politik itu tidak menguntungkan,” kata Amran.

Menurut Amran, persoalan harga pangan di Indonesia kerap terjadi anomali. Ketika stok beras melimpah misalnya, harga beras di suatu wilayah justru mengalami kenaikan.

Indonesia sebagai negara produsen sawit terbesar di dunia juga pernah mengalami kelangkaan minyak goreng.

“Kita ekspor 32 juta ton. Lah kok di negeri sendiri naik. Enggak masuk akal kan?” ujar Amran.

Exit mobile version