Site icon indonesiasketsa.com

Bentrokan Warga Berujung Pembakaran Pos Brimob di Papua Tengah

Pos Brimob yang dibakar.

INDONESIASKETSA.COM, Timika – Insiden anarkis terjadi di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Senin (13/4) pagi. Sebuah bangunan semi permanen yang difungsikan sebagai pos keamanan milik Brimob Polda Papua Tengah dilaporkan dibakar oleh sekelompok massa.

Pos tersebut berada di jalur penghubung Kwamki Narama–Kali Eden, tepatnya di kawasan Cafe Waanal. Aksi pembakaran diduga dilakukan oleh salah satu kelompok warga yang sebelumnya terlibat konflik di wilayah tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, puluhan orang mendatangi lokasi dengan membawa senjata tradisional berupa panah. Setibanya di lokasi, massa langsung merusak bangunan yang terpisah dari permukiman warga sebelum akhirnya membakarnya.

Peristiwa tersebut terjadi tanpa perlawanan karena pos dalam kondisi kosong dan sudah tidak difungsikan sejak beberapa waktu terakhir. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Insiden ini diduga berkaitan dengan bentrokan antarwarga yang terjadi sebelumnya. Konflik dua kelompok masyarakat kembali pecah pada Sabtu (11/4) sore, usai kegiatan tradisi bakar batu yang awalnya bertujuan mempererat hubungan kedua pihak.

Kapolsek Kwamki Narama, Ipda Adnan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut telah direncanakan beberapa hari sebelumnya dan berlangsung aman sejak pagi hingga selesai makan bersama sekitar pukul 15.30 WIT.

“Setelah makan, ada tradisi buang suara. Dari situ salah satu kelompok bergerak ke arah atas, ke kubu lawan. Mungkin dianggap sebagai provokasi, sehingga pihak atas merespons dan terjadilah saling serang,” jelasnya.

Bentrokan yang berlangsung sekitar 30 menit itu diwarnai aksi saling serang menggunakan panah. Sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka, namun tidak ada korban jiwa.

Menurut pihak kepolisian, kelompok yang lebih dulu bergerak berasal dari wilayah bawah, tepatnya di sekitar kawasan kios panjang. Awalnya, kegiatan tersebut hanya dimaksudkan sebagai ajang silaturahmi keluarga sekaligus membahas rencana kepulangan anggota keluarga dari Tembagapura dan Puncak.

Pasca kejadian, aparat dari Polres Mimika bersama personel Brimob Batalyon B langsung disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi potensi konflik lanjutan. Aparat juga berkoordinasi dengan pemerintah distrik serta tokoh masyarakat guna meredakan situasi.

Hingga saat ini, kondisi di Kwamki Narama dilaporkan mulai kondusif, meskipun aparat keamanan masih tetap berjaga guna mencegah bentrokan susulan.

Exit mobile version