INDONESIASKETSA.COM, Teheran – Militer Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan sedikitnya seratus personel militer Amerika Serikat mengalami luka-luka setelah pangkalan udara Al-Udairi di Kuwait menjadi sasaran serangan gabungan rudal dan drone.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis sebagai peryataan ke-31 terkait operasi True Promise 4, IRGC menjelaskan bahwa serangan tersebut dilaksanakan oleh unit angkatan laut mereka pada malam yang diyakini sebagai Lailatul Qadar, tepatnya pada hari ke-21 bulan suci Ramadan. Operasi itu disebut sebagai bagian dari gelombang ke-38 dengan sandi “Ya Haydar al-Karrar (AS)”.
IRGC menyebutkan bahwa dua rudal ditembakkan secara hampir bersamaan ke fasilitas helikopter milik Amerika di Al-Udairi. Serangan tersebut membuat banyak tentara AS tidak dapat melanjutkan tugasnya. Lebih dari seratus prajurit yang terluka kemudian dilaporkan dilarikan ke Rumah Sakit Al-Jaber dan Al-Mubarak di Kuwait untuk mendapatkan perawatan.
Selain itu, sejumlah fasilitas vital Amerika di kawasan Teluk juga dilaporkan terkena serangan. Infrastruktur penting di pangkalan militer AS yang berada di Pelabuhan Mina Salman yang juga menjadi markas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika disebut turut dihantam rudal dan drone Iran. Sistem penting yang dikenal sebagai “LEADS” termasuk di antara sasaran yang terkena dampak.
Serangan juga disebut menyasar berbagai fasilitas militer lain, seperti sistem pertahanan udara Patriot, gudang penyimpanan perlengkapan militer, serta barak tempat tinggal personel Amerika di pangkalan angkatan laut Mohammad al-Ahmad dan Ali al-Salem.
IRGC menegaskan bahwa konfrontasi melawan pasukan Amerika yang mereka sebut sebagai kekuatan teroris serta terhadap Israel akan terus berlanjut. Dalam pernyataannya, mereka menegaskan bahwa tujuan utama operasi tersebut adalah memaksa pihak lawan menyerah sepenuhnya.
“Konflik ini baru akan berakhir ketika ancaman perang tidak lagi membayangi bangsa kami,” demikian bunyi pernyataan IRGC.