Site icon indonesiasketsa.com

Kapal Perusak AS Terbakar Hebat Dihantam Rudal Iran

Rudal diluncurkan dari kendaraan militer Iran. (Foto: AFP/SEPAH NEWS)

INDONESIASKETSA.COM, Teheran – Pemerintah Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyampaikan telah meluncurkan serangan rudal yang mengenai kapal perusak milik Amerika Serikat di wilayah Samudra Hindia. Serangan tersebut disebut dilakukan oleh unit Angkatan Laut IRGC terhadap kapal perang AS yang berada ratusan kilometer dari wilayah Iran.

Menurut pernyataan resmi IRGC yang disampaikan melalui kantor berita Tasnim dan Press TV, kapal perusak Amerika itu sedang melakukan pengisian bahan bakar dari kapal tanker militer AS ketika menjadi sasaran serangan. Iran menyebut dua jenis rudal digunakan dalam operasi tersebut, yakni rudal balistik Ghadr-380 serta rudal jelajah Talaeieh.

Rudal Ghadr dikenal sebagai rudal balistik jarak menengah dengan jangkauan hingga sekitar 2.000 kilometer. Sistem senjata ini dirancang untuk serangan presisi dengan kemampuan peluncuran cepat terhadap target yang berada jauh dari wilayah Iran.

Sementara itu, rudal jelajah Talaeieh memiliki jangkauan sekitar 1.000 kilometer dan disebut sebagai rudal pintar yang mampu mengubah sasaran di tengah perjalanan menuju target. Kemampuan tersebut, menurut pihak Iran, meningkatkan fleksibilitas dan efektivitas serangan terhadap sasaran militer di wilayah yang jauh.

IRGC menyatakan bahwa kapal perusak AS yang menjadi target berada lebih dari 600 kilometer dari pantai selatan Iran saat serangan dilancarkan. Berdasarkan informasi intelijen, hantaman rudal tersebut memicu kebakaran besar di kapal perang dan kapal tanker yang sedang melakukan pengisian bahan bakar, dengan asap tebal terlihat membumbung dari lokasi kejadian.

Serangan ini disebut sebagai bagian dari rangkaian aksi balasan Iran terhadap operasi militer Amerika Serikat dan Israel yang dimulai sejak akhir Februari. Dalam konflik tersebut, sejumlah tokoh penting Iran dilaporkan tewas akibat serangan yang dilakukan kedua agresor tersebut.

Sebagai respons, Iran meningkatkan intensitas serangan rudal dan drone terhadap berbagai target yang terkait dengan Israel dan kepentingan militer Amerika di kawasan Timur Tengah. Target tersebut mencakup pangkalan militer AS di sejumlah negara Teluk, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.

IRGC juga menyatakan bahwa beberapa fasilitas strategis di wilayah Israel turut menjadi sasaran dalam rangkaian operasi tersebut. Bahkan, kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln yang berada di kawasan itu disebut masuk dalam daftar target serangan Iran.

Iran menegaskan akan terus melanjutkan operasi militernya hingga pihak yang dianggap sebagai lawan mengalami kekalahan total

Exit mobile version