INDONESIASKETSA.COM, Di tengah lonjakan harga emas yang terus terjadi, ekonom asal Amerika Serikat Peter Schiff kembali memberikan peringatan tentang kemungkinan munculnya krisis ekonomi yang lebih serius. Schiff berpendapat bahwa tren kenaikan harga emas akhir-akhir ini bukan sekadar berfungsi sebagai alat untuk melindungi nilai investasi, tetapi juga menunjukkan tanda-tanda bahwa laju inflasi semakin kuat.
Menurutnya, peningkatan harga emas mencerminkan semakin menurunnya kepercayaan dunia terhadap mata uang dolar AS, sesuatu yang menurut Schiff memiliki implikasi serius.
Saat tampil dalam program The Claman Countdown yang ditayangkan Fox Business pada Selasa (27/1/2026), Schiff mengatakan bahwa harga emas dan perak kini menjadi sinyal awal dari krisis yang lebih luas yang mungkin tengah berkembang.
Dalam wawancara tersebut, ia menegaskan, “Emas dan perak memberikan peringatan akan krisis yang lebih besar, yang bisa terjadi akhir tahun ini atau tahun depan. Kita sedang menuju krisis dolar AS dan krisis utang negara.”
Lebih jauh, Schiff mengungkapkan bahwa bank-bank sentral di berbagai negara kini mulai menurunkan kepemilikan dolar AS serta surat utang Pemerintah AS, dan memilih untuk memperbesar cadangan emas mereka demi memperkuat mata uang masing-masing.
Ia juga menuturkan, “Bank-bank sentral membeli emas untuk mendukung mata uang mereka. Mereka melepas dolar dan obligasi AS.”
Menurut Schiff, pergeseran ini menjadi salah satu indikator bahwa dunia mungkin sedang bergerak menuju kondisi ekonomi yang di masa depan akan membuat krisis keuangan tahun 2008 terlihat kurang berat.