INDONESIADKETSA.COM, Jakarta – Ketua Umum Pembaharu Demokrasi Indonesia (PDI), Rahmat Rahayan, mendesak Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang berbunyi, “Jika Polri di bawah kementerian, lebih baik saya menjadi petani.”
Menurut Rahmat Rahayan, yang akrab disapa R2, pernyataan tersebut telah menimbulkan berbagai penafsiran di tengah masyarakat dan ruang publik. Ia menilai, tanpa penjelasan langsung dari Kapolri, ucapan itu berpotensi berkembang menjadi polemik yang tidak perlu.
“Pernyataan itu sudah menjadi multitafsir. Demi menjaga suasana publik tetap kondusif, saya meminta Kapolri segera memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan kegaduhan baru,” ujar R2 dalam keterangannya.
R2 mengibaratkan situasi ini seperti balon yang berada tepat di ujung jarum—sewaktu-waktu bisa pecah dan menimbulkan dampak besar. Ia menyoroti kemungkinan adanya pihak, khususnya dari kalangan petani, yang dapat merasa profesinya direndahkan jika pernyataan tersebut tidak dijelaskan secara utuh.
“Petani adalah profesi mulia. Mereka adalah tulang punggung bangsa dan fondasi ketahanan pangan nasional. Jika ada kesan bahwa profesi petani dijadikan perumpamaan yang bernada meremehkan, ini tentu bisa menyinggung perasaan banyak pihak,” katanya.
R2 juga menekankan pentingnya peran petani dalam konteks ketahanan negara. Ia menyebut, dalam situasi genting seperti konflik atau krisis global, kekuatan pangan dalam negeri menjadi faktor penentu keberlangsungan hidup rakyat. “Dalam kondisi perang sekalipun, ancaman terbesar bisa saja bukan hanya senjata, tapi kelaparan massal jika pasokan pangan tidak kuat. Di situlah peran vital petani,” ujarnya.
Karena itu, ia menilai klarifikasi dari Kapolri sangat diperlukan agar maksud sebenarnya dari pernyataan tersebut tidak terus berkembang liar di ruang publik. Menurutnya, pembiaran terhadap tafsir yang beragam justru dapat memicu kemarahan publik dan gelombang protes dari berbagai kalangan.
Meski demikian, R2 menambahkan bahwa jika pernyataan tersebut dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan terhadap profesi petani, maka hal itu justru patut diapresiasi. Bahkan, ia menyatakan siap memberikan dukungan moral.
“Kalau maksudnya ingin menegaskan bahwa menjadi petani adalah pekerjaan yang mulia, kami tentu mendukung. Karena petani memang bagian dari fondasi utama bangsa ini,” tutupnya.