Site icon indonesiasketsa.com

Khamenei: Media Asing Distorsi Fakta Kerusuhan Iran

INDONESIASKETSA.COM, Teheran — Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, menyampaikan sejumlah pernyataan penting terkait kerusuhan yang terjadi di beberapa wilayah Iran dalam beberapa waktu terakhir. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan ribuan warga dari berbagai lapisan masyarakat pada peringatan hari besar keagamaan, yang juga bertepatan dengan momentum nasional pada 12 Januari.

Dalam pidatonya, Imam Khamenei menekankan bahwa bangsa Iran telah berhasil mengatasi gelombang kerusuhan tersebut, namun tetap perlu memahami karakter, tujuan, serta aktor di balik peristiwa itu secara jernih dan objektif.

Kerusuhan Disebut sebagai Fitnah yang Disulut Amerika

Ayatollah Khamenei menilai kerusuhan terbaru bukanlah fenomena spontan, melainkan bagian dari apa yang ia sebut sebagai “fitnah” yang dipicu oleh Amerika Serikat. Menurutnya, pola intervensi semacam ini bukanlah hal baru dan telah berulang dalam sejarah hubungan AS–Iran sejak Revolusi Islam 1979.

Ia menyebut bahwa kebijakan strategis Amerika Serikat—terlepas dari siapa presiden yang sedang menjabat—secara konsisten diarahkan untuk melemahkan Iran. Tujuan tersebut, menurut Khamenei, adalah menghentikan kemajuan Iran sebagai negara berdaulat dengan kapasitas demografis besar, sumber daya melimpah, serta kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di kawasan Asia Barat yang dinilai strategis secara geopolitik.

Presiden AS Dinilai Berperan dalam Eskalasi

Dalam pernyataan lanjutan, Pemimpin Revolusi Islam menyoroti sikap Presiden Amerika Serikat yang secara terbuka memberikan pernyataan dukungan terhadap kelompok-kelompok yang terlibat dalam kerusuhan. Ia menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk provokasi politik dan pelanggaran terhadap prinsip non-intervensi dalam hubungan internasional.

Ayatollah Khamenei juga menegaskan bahwa Iran memiliki bukti keterlibatan dukungan eksternal, termasuk bantuan politik dan media, yang menurut otoritas Iran melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Pemerintah Iran sebelumnya juga telah berulang kali menyatakan bahwa sejumlah media asing dan platform digital digunakan untuk memperbesar skala kerusuhan serta memengaruhi opini publik internasional.

Partisipasi Rakyat 12 Januari Jadi Penentu

Imam Khamenei menekankan bahwa kehadiran jutaan warga Iran dalam aksi-aksi nasional pada 12 Januari menjadi bukti nyata bahwa mayoritas rakyat menolak kerusuhan dan tetap mendukung stabilitas negara. Aksi tersebut berlangsung di Teheran dan berbagai kota besar lainnya, sebagaimana diberitakan oleh media nasional Iran dan disiarkan secara luas.

Ia mengkritik pemberitaan sejumlah media internasional yang dinilai membesar-besarkan jumlah pelaku kerusuhan, sembari mengabaikan mobilisasi rakyat dalam jumlah besar. Menurutnya, fakta di lapangan tidak dapat dihapus oleh framing media, karena disaksikan langsung oleh masyarakat Iran sendiri.

“Realitas tidak ditentukan oleh propaganda, tetapi oleh apa yang dilihat rakyat dengan mata kepala mereka sendiri,” tegasnya.

Pernyataan Imam Khamenei ini menegaskan posisi resmi Republik Islam Iran yang memandang kerusuhan terbaru sebagai bagian dari tekanan eksternal yang berkelanjutan. Pemerintah Iran sebelumnya juga menekankan bahwa penanganan keamanan dilakukan bersamaan dengan pendekatan hukum dan sosial, serta menolak segala bentuk campur tangan asing dalam urusan domestik negara.

Exit mobile version