INDONESIASKETSA.COM, Gaza – Keputusan Dewan Keamanan PBB untuk membuka ruang bagi hadirnya pasukan internasional di Gaza langsung memicu penolakan keras dari Hamas.
Melalui pernyataan panjang yang mereka unggah di Telegram, Hamas menilai langkah tersebut sebagai bentuk upaya menempatkan Gaza di bawah “kontrol internasional”, sesuatu yang mereka anggap tidak sejalan dengan keinginan rakyat Palestina maupun kelompok politik di wilayah itu.
Penegasan ini seirama dengan komentar juru bicara Hamas kepada Al Jazeera, yang sebelumnya menolak segala bentuk campur tangan asing dalam pengelolaan Gaza.
Hamas juga berpendapat bahwa pengerahan pasukan dengan mandat untuk melucuti kelompok perlawanan akan merusak unsur netralitas dan justru menyeret pasukan itu ke dalam konflik yang, menurut mereka, menguntungkan Israel.
Mereka menambahkan bahwa apabila kehadiran pasukan internasional tidak bisa dihindari, maka perannya sebatas menjaga garis batas, mengawasi penghentian tembak-menembak, dan harus sepenuhnya berada di bawah kendali PBB.