INDONESIASKETSA.COM, Damaskus – Organisasi regional negara-negara Teluk, Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), melontarkan kecaman tajam terhadap serangan udara Israel di ibu kota Suriah, Damaskus. Namun, bagi sebagian pihak, pernyataan itu dipandang sekadar bentuk penegasan formal tanpa langkah konkret.
Dalam pernyataan resminya, Sekretaris Jenderal GCC, Jasem Mohamed Albudaiwi, menyebut serangan tersebut sebagai bentuk pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Suriah. Ia juga mengecamnya sebagai tindakan yang bertentangan dengan norma hukum internasional dan sebagai ancaman langsung bagi stabilitas kawasan. Dikutip oleh Al Jazeera, Albudaiwi menekankan kembali komitmen GCC terhadap keutuhan wilayah Suriah, dan menilai rangkaian serangan Israel sebagai tindakan provokatif yang menghambat proses perdamaian yang tengah diupayakan oleh komunitas internasional.
Lebih jauh, ia mendesak adanya intervensi global untuk menghentikan pelanggaran-pelanggaran tersebut, meminta pertanggungjawaban pelaku, serta menyerukan perlindungan terhadap rakyat Suriah dan penghormatan terhadap kedaulatan negara itu—dalam kerangka hukum internasional dan prinsip Piagam PBB.
GCC, yang terdiri dari enam negara yakni Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, menyuarakan sikap tersebut di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.
Sementara itu, Turki melalui Kementerian Luar Negerinya turut menyampaikan keberatan atas serangan Israel. Dalam pernyataan terpisah, Ankara menilai aksi militer itu sebagai upaya merusak momentum perdamaian Suriah. Pemerintah Turki menyebut bahwa rakyat Suriah saat ini tengah berada di persimpangan penting dalam sejarah mereka—dengan harapan untuk hidup damai dan kembali terhubung dengan komunitas internasional.
“Semua pemangku kepentingan yang mendukung kesempatan ini harus berkontribusi pada upaya Pemerintah Suriah untuk membangun perdamaian,” tambah kementerian tersebut.
Sebelumnya, Arab Saudi juga mengecam serangan Israel terhadap pasukan pemerintah Suriah di Sweida, sekaligus menyambut baik respons Damaskus untuk memulihkan keamanan di wilayah tersebut setelah bentrokan mematikan antara penduduk Druze dan pejuang suku.
“Kerajaan Arab Saudi … menyatakan kepuasannya atas langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Suriah untuk mencapai keamanan dan stabilitas, menjaga perdamaian sipil, dan memastikan kedaulatan negara dan lembaga-lembaganya atas seluruh wilayah Suriah, dengan cara yang menjaga persatuan dan keamanan Suriah serta memenuhi aspirasi rakyat Suriah,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi.
“Kerajaan juga mengutuk serangan terang-terangan Israel terhadap wilayah Suriah, campur tangan dalam urusan internalnya, dan destabilisasi keamanan dan stabilitasnya,” kata Kementerian Luar Negeri. Riyadh kembali menyerukan kepada komunitas internasional untuk mendukung Suriah, “mendukungnya pada tahap ini, dan menghadapi serangan serta pelanggaran Israel yang sedang berlangsung terhadap Suriah.”
Pasukan Suriah memasuki Sweida dalam beberapa hari terakhir setelah bentrokan mematikan antara minoritas Druze dan pejuang suku Badui. Pasukan Israel kemudian menyerang personel keamanan Suriah, mengklaim melindungi minoritas Druze.
Damaskus berjanji untuk mengerahkan kendali atas wilayah Sweida, yang meletus menjadi kekerasan setelah warga Druze menjadi sasaran selama akhir pekan, termasuk penculikan seorang pedagang Druze. Video menunjukkan para pemimpin agama dan penduduk Druze dilecehkan dan diserang.