Site icon indonesiasketsa.com

Mossad Tak Berdaya, Markasnya Hancur Dirudal Iran

Penampakan rudal-rudal Iran di langit Tel Aviv, Israel pada Sabtu (14/6/2025). Iran menggunakan rudal baru saat menyerang markas Mossad di Tel Aviv, Israel, Selasa (17/6/2025).

INDONESIASKETSA.COM, Tel Aviv – Pada Selasa (17/6), militer Iran melalui cabang Angkatan Daratnya (Artesh) meluncurkan serangan presisi yang menargetkan kantor pusat badan intelijen Israel, Mossad, yang terletak di Herzliya—sebuah kota tepi laut yang berdekatan dengan Tel Aviv. Serangan ini mengakibatkan bangunan tersebut luluh lantak setelah dihantam rudal balistik jarak jauh.

Tak hanya itu, serangan lanjutan diarahkan ke fasilitas logistik milik intelijen militer Israel yang berada di kompleks pangkalan Glilot, di kawasan suburban Tel Aviv. Kedua serangan itu menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan ofensif Iran.

Kementerian Pertahanan Iran menyatakan bahwa mereka untuk pertama kalinya mengerahkan rudal canggih tipe terbaru dalam operasi ini. Rudal tersebut dirancang agar mampu menghindari pendeteksian sistem radar musuh.

Senjata baru ini berhasil mengoyak sistem pertahanan udara multi-lapis milik Israel, meskipun sistem itu dikenal sebagai salah satu yang paling canggih dan mendapat dukungan teknologi tinggi dari Amerika Serikat.

“Pada serangan hari ini, kami meluncurkan rudal-rudal yang tidak bisa terlacak atau terintersep,” ujar Juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, Brigjen Reza Talaei-Nik, dikutip IRNA, Rabu (18/6).

Talaei-Nik menambahkan, negara Zionis tersebut akan menyaksikan datangnya rudal-rudal sejenis berikutnya.

Menurutnya, target-target dihantam oleh rudal berpresisi tinggi meski menghadapi sistem pertahanan yang mengelilingi fasilitas gedung telik sandi Zionis tersebut.

Serangan terbaru Iran kata dia, menggambarkan betapa rapuhnya Israel, negara yang selama ini dianggap paling canggih dalam hal sistem intelijen dan keamanan.

Talaei-Nik menegaskan, Israel juga tidak siap untuk menghadapi perang jangka panjang, terlebih saat melawan Iran.

“Berdasarkan 75 tahun pengalaman dan serangkaian faktor militer dan non-militer dan pertimbangan strategis lainnya, rezim Zionis tidak bisa bertahan dalam sebuah perang yang panjang,” ucapnya.

Saat ini kata dia, Angkatan Bersenjata Iran telah disuplai dengan persenjataan dan perlengkapan canggih sebagai antisipasi terhadap potensi serangan musuh. “Banyak sistem canggih kami belum digunakan,” tutup Talaei-Nik.

Exit mobile version