Site icon indonesiasketsa.com

Antara PSU Papua dan Ketidakdewasaan Berpolitik

Abdul Gafur Karepesina (Sekretaris Jenderal PB LMII)

INDONESIASKETSA.COM, Pemilihan Gubernur Papua yang akan datang kembali menyita perhatian publik, tidak hanya karena persaingan antar kandidat, tetapi juga karena munculnya gejala ketidakdewasaan sebagian pendukung dalam berpolitik.

Di berbagai daerah, tensi antarpendukung kian memanas. Bukan hanya melalui media sosial, sejumlah aksi provokatif juga terjadi di lapangan. Adu argumen yang seharusnya dilakukan secara sehat, berubah menjadi ajang saling hujat, dan fitnah.

fanatisme buta terhadap kandidat tertentu kerap kali mengaburkan logika dan merusak nilai-nilai demokrasi. Alih-alih mengedepankan gagasan dan program kerja, sebagian pendukung justru sibuk menyerang pribadi lawan politik.

Hal ini menunjukkan masih lemahnya literasi politik di kalangan masyarakat, serta minimnya edukasi mengenai etika berdemokrasi. Jika kondisi ini dibiarkan, dikhawatirkan Pilgub Papua akan lebih banyak diwarnai konflik horizontal ketimbang substansi politik yang membangun.

“Pilgub Papua seharusnya menjadi ajang pembuktian kualitas pemimpin, bukan ajang adu kebencian para pendukung. Sayangnya, setiap momen pemilihan justru kembali diwarnai oleh ketidakdewasaan politik sebagian masyarakat. Saling serang di media sosial, provokasi di lapangan, hingga fanatisme membabi buta terhadap kandidat, menjadi potret buram demokrasi kita di Papua.

Padahal, esensi demokrasi bukan soal siapa yang paling keras bersuara, tapi siapa yang mampu membawa perubahan dengan gagasan. Ketika pendukung lebih sibuk menjatuhkan daripada mendukung dengan cerdas, maka kita sedang menggagalkan proses politik itu sendiri.

Papua butuh pemimpin, tapi lebih dari itu, Papua butuh rakyat yang dewasa dalam berpolitik. Karena sejatinya, masa depan daerah ini bukan hanya ditentukan oleh siapa yang terpilih, tapi oleh bagaimana rakyatnya berpikir dan bersikap dalam setiap proses pemilihan.”

Abdul Gafur Karepesina (Sekretaris Jenderal PB LMII)

Exit mobile version