Site icon indonesiasketsa.com

Forum Ikatan Silaturahmi Alumni HMI-MPO Desak Pemerintah Lakukan Tindakan Nyata Bela Palestina

Forum Ikatan Silaturahmi Alumni Himpunan Mahasiswa Islam-Majelis Penyelamat Organisasi (FISA HMI-MPO) sampaikan pernyataan sikap terkait isu nasional dan internasional.

INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Forum Ikatan Silaturahmi Alumni Himpunan Mahasiswa Islam-Majelis Penyelamat Organisasi (FISA HMI-MPO) menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap berbagai tantangan nasional dan internasional yang dianggap mengancam nilai-nilai keadilan, kedaulatan, dan kemanusiaan.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan dalam acara Halal Bihalal Nasional di Gedung Aula Bahasa (samping UNJ Jakarta) pada hari Minggu, 11 Mei 2025, FISA HMI-MPO menyoroti kondisi ekonomi Indonesia yang dianggap berada dalam keadaan genting. Mereka mendesak Presiden Prabowo Subianto bersama pihak legislatif untuk mengambil langkah tegas, termasuk melakukan reformasi hukum yang menyentuh hak-hak sipil masyarakat agar perlindungan tersebut dapat lebih terjamin.

FISA HMI-MPO menilai bahwa perekonomian nasional sedang tidak baik-baik saja, ditandai dengan melemahnya nilai tukar rupiah, tingginya inflasi, utang negara yang mengkhawatirkan, serta meningkatnya angka pengangguran.

Atas dasar itu, forum ini mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah konkret untuk melindungi ekonomi rakyat kecil, mengembangkan sektor produktif nasional, serta menolak ketergantungan pada utang luar negeri dan eksploitasi sumber daya oleh asing. 

Mereka juga menyerukan penciptaan lapangan kerja padat karya sebagai solusi jangka panjang.

Dalam aspek hukum dan demokrasi, FISA HMI-MPO mendesak Presiden Prabowo, DPR RI, dan DPD RI agar menunjukkan keberpihakan pada keadilan. 

Beberapa tuntutan mereka antara lain: pemberantasan mafia hukum, pemrosesan hukum terhadap koruptor secara tegas dan transparan, pengesahan serta pelaksanaan UU Perampasan Aset, dan penyelesaian kasus dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo secara terbuka dan adil.

FISA HMI-MPO juga menyerukan penindakan terhadap ormas dan kelompok yang terindikasi melakukan aksi premanisme, serta menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap aktivis mahasiswa dan masyarakat sipil.

Mereka juga menuntut jaminan atas kebebasan akademik, kebebasan berpendapat, kebebasan pers, dan perlindungan hak-hak sipil lainnya.

Tidak hanya menyoroti isu domestik, forum ini juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas genosida yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina. 

Hingga 10 Mei 2025, Israel dikabarkan telah membunuh lebih dari 52.800 jiwa, melukai lebih dari 119.400 warga, separuhnya adalah anak-anak dan menyebabkan lebih dari 38.000 anak menjadi yatim-piatu. 

Atas dasar itu, FISA HMI-MPO mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap tegas dalam forum-forum internasional, termasuk ASEAN, OKI, dan PBB, guna menekan Israel menghentikan agresi dan membuka blokade Gaza.

Bahkan, mereka mendorong pengiriman pasukan Indonesia ke Palestina dalam koordinasi badan internasional untuk mewujudkan perdamaian yang adil.

Dalam penutupnya, FISA HMI-MPO menyatakan komitmennya untuk terus menjadi kekuatan moral dan intelektual yang kritis terhadap pemerintahan dan setia pada cita-cita reformasi.

Forum ini menegaskan akan terus mengawal Presiden Prabowo agar tetap berada dalam jalur konstitusi serta menjadi mitra kritis dalam memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan global.

Pernyataan ini ditandatangani oleh dua belas Presidium FISA HMI-MPO, termasuk di antaranya Erfi Firmansyah, Yusuf Hidayat, Farid Alhabsyi, dan lainnya.

Exit mobile version