INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Advokat Rakyat untuk Nusantara (ARUN) DPD Daerah Khusus Jakarta (DKJ) melalui Ketua DPD-nya, Faisal Sangadji, menyampaikan pandangannya terkait pembentukan Dewan Lembaga Adat Betawi (DLAB) yang menjadi salah satu program prioritas Gubernur DKJ terpilih, Bang Pramono.
Faisal menyebut, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta memberikan kewenangan khusus kepada Pemerintah Provinsi DKJ, salah satunya di bidang kebudayaan. Sebagai bentuk komitmen, Bang Pramono berjanji akan membentuk Lembaga Adat Betawi DKJ yang didukung oleh Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Gubernur (Pergub).
“Ini kemungkinan besar akan menjadi prioritas dalam 100 hari pertama setelah pelantikan beliau sebagai Gubernur DKJ,” ungkap Faisal saat ditemui di kantornya, Jalan Cilosari, Cikini, Jakarta Pusat, pada 19 Januari 2025.
Menurutnya, keberadaan DLAB diharapkan dapat menjadi wadah bagi organisasi masyarakat (ormas) berbasis kebetawian serta sanggar-sanggar kesenian dan kebudayaan.
Namun, Faisal menyoroti kiprah Badan Musyawarah (Bamus) Betawi yang selama ini dianggap gagal menjadi pemersatu ormas dan sanggar-sanggar tersebut.“Bamus Betawi bahkan terpecah menjadi dua, lalu tiga. Alih-alih mempersatukan, yang terjadi adalah perselisihan dalam pembagian dana hibah. Ini sangat disayangkan,” tegas Faisal.
Belajar dari kegagalan tersebut, Faisal berharap mekanisme pemilihan Ketua DLAB dibuat secara transparan, terukur, dan akuntabel. Menurutnya, figur pemimpin yang dihasilkan harus memiliki integritas, bersih dari kasus hukum, dan mampu mengelola amanah terkait alokasi dana hibah dari APBD DKJ untuk DLAB.
“Pemilihan Ketua DLAB harus didasarkan pada aturan yang jelas, bukan asal-asalan. Jejak digital para calon pun bisa menjadi referensi bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang layak,” tambah Faisal.
Faisal mengungkapkan, sejauh ini terdapat dua nama kandidat yang beredar untuk posisi Ketua DLAB, yakni Marsekal Muda TNI (Purn.) Achmad Sajili dan mantan Gubernur DKI Jakarta sekaligus mantan Dubes RI untuk Jerman, Fauzi Bowo. Ia menilai bahwa Achmad Sajili adalah figur yang tepat untuk memimpin DLAB.
“Beliau (Achmad Sajili) adalah mantan perwira tinggi TNI AU dengan integritas kepemimpinan yang tak diragukan lagi. Selain itu, beliau juga putra asli Betawi yang dikenal bersih dan sederhana,” ujar Faisal menutup wawancaranya.
Faisal juga mengajak masyarakat DKJ untuk cerdas dan kritis dalam memilih pemimpin yang akan membawa DLAB menjadi lembaga yang benar-benar menjadi wadah pemersatu budaya Betawi.