INDONESIASKETSA.COM, Bulukumba – Supervisor Riset di eLSTUDIKA Indonesia, Ardiansyah R, memberikan analisis mendalam mengenai dinamika politik sebulan menjelang pemilihan. Menurutnya, dari hasil riset yang dilakukan, landskap politik di Kabupaten Bulukumba telah berubah sejak Pilkada 2020.
Ardiansya memaparkan, pada Pilkada 2020 lalu, pasangan petahan A Muchtar Ali Yusuf dan Andi Edy Manaf (Harapan Baru) meraih 92.978 suara, setara dengan 39,2% dari total suara.
Apalagi, trend pemilukada sebelumnya menunjukkan bahwa kandidat asal Bulukumba bagian timur selalu meraih suara tertinggi di empat kecamatan tersebut.
“Seperti yang terjadi pada Pak Zainuddin pada 2009 dan Pak Kahar Muslim pada 2014,” terang Ardiansyah.
Ardiansyah juga mencatat bahwa pasangan Andi Muchtar Ali Yusuf dan Edya Manaf berhasil memenangkan suara di Kecamatan Bulukumpa dan Rilau Ale, meskipun dengan selisih suara yang tidak signifikan.
“Di Bulukumpa, Tomy Satria menempati posisi kedua dengan selisih sekitar 4.000 suara, sementara di Rilau Ale selisihnya sekitar 5.000 suara. Persaingan di Kecamatan Gantarang dan Kindang pada Pilkada 2024 diperkirakan akan sangat ketat, terutama di Gantarang yang memiliki jumlah pemilih terbanyak,” paparnya.
Indikator lainhya, kata Ardiansyah, dukungan dari tokoh Kecamatan Gantarang, seperti Andi Mattampawali (A Ungko) diklaim dapat menambah daya tarik dan legitimasi pasangan JADIMI. Pengaruh ketokohan adik mantan Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali itu dinilai cukup kuat di komunitas masyarakat setempat.
“Ini berpotensi menjadi kunci bagi keberhasilan mereka. Dukungan tokoh lokal sering kali menjadi penentu kemenangan,” tambahnya.
Selain itu, JMS-TSY juga mendapat dukungan penting dari beberapa tokoh politik lainnya, seperti Arum Spink sebagai Ketua Tim Pemenangan, Andi Hamzah Pangki dan A Murniyati Makking.
“Menariknya, keempat tokoh ini adalah kontestan pada Pilkada 2020, kini bersatu di barisan JADIMI, dan Tomy Satria Yulianto sebagai kandidat bupati sebelumnya memiliki dukungan ideologis yang luas di 10 kecamatan,” terangnya lagi.
“Jika JMS dapat memanfaatkan pemetaan basis suara dari para kandidat Pemilukada 2020 yang berada di barisan yang sama, serta fokus pada interaksi langsung dengan masyarakat, mereka berpotensi menarik pemilih baru dan memperkuat dukungan di sepuluh kecamatan. Penyampaian visi yang jelas dan penanganan isu-isu relevan dapat menjadi kunci dalam meningkatkan potensi kemenangan pasangan JADIMI di Pilkada 2024,” tutup Ardiansyah.