INDONESIASKETSA.COM, Sekayu – Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) memilih mengusung Lucianty dalam Pilkada Muba 2024, hal itu ditandai dengan penyerahan surat B1KWK kepada pasangan Lucianty-Syaparuddin di Kantor DPP PKS hari ini, Rabu (14/8).
Keputusan PKS tersebut memicu kritik keras dari berbagai kalangan, PKS dinilai terlampau pragmatis karena mengusung calon yang pernah menyandang status narapidana korupsi dari KPK.
Ketua Jaringan Demokrasi Sumatera (JDS) menyoroti keputusan PKS, menurutnya tindakan tersebut tidak sesuai dengan citra PKS sebagai partai Islam yang dikenal bersih.
“Bagaimana mungkin PKS yang dikenal sebagai partai islam yang konsisten memperjuangkan politik islam malah mendukung mantan narapidana korupsi seperti Lucianty yang pernah dipenjara karena kasus korupsi,” ungkapnya.
Majunya figur yang pernah terbukti melakukan korupsi dinilai merusak demokrasi dan menimbulkan resistensi di tengah masyarakat, penolakan yang muncul di tengah masyarakat semestinya menjadi pertimbangan serius dalam mengusung kandidat, bila tidak maka besar kemungkinan masyarakat yang memiliki hak pilih akan memberi sanksi sosial kepada figur dan partai.