INDONESIASKETSA.COM – Banyak yang menyangka banwa wisata halal dan wisata religi adalah dua hal yang sama, padaha tanpa disadari terdapat perbedaan di antara keduanya. Lalu, sebenarnya seperti apa bedanya? Wakil Presiden Ma’ruf Amin ketika berada di Istana Kepresidenan Yogyakarta, menjelaskan perbedaan antara wisata halal dengan wisata religi.
Menurut Ma’ruf, ketika wisatawan mengunjungi masjid bersejarah, itu merupakan bentuk wisata religi, bukan wisata halal. Sementara wisata halal yakni saat wisatawan menyambangi seluruh destinasi wisata yang memiliki layanan dan fasilitas halal.
Dia menuturkan, yang dimaksud destinasi dengan layanan halal adalah apabila terdapat tempat ibadah atau ada restoran halal. Wapres menekankan, perlu ada persamaan persepsi tentang perbedaan kedua istilah wisata halal dan wisata religi.
Ma’ruf berharap tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat mengenai dua jenis wisata itu,
Menurut dia, ada orang yang menganggap itu berarti mengubah definisi dari wisata halal menjadi religi, namun dia menyatakan, hal itu hanya perlu diluruskan.
Perlu diluruskan (persepsi tentang wisata halal), sehingga dengan melakukan layanan halal maka akan menarik banyak wisatawan-wisatawan muslim. Karena itu, maka Jepang, Korea, Cina, Taiwan juga melakukan hal yang sama.
Wisatawan muslim ketika berada di negara yang penduduknya bukan mayoritas muslim, membutuhkan tempat untuk melaksanakan ibdah dan juga makanan yang terjamin kehalalannya.
Fasilitas dan layanan halal di sebuah destinasi atau tempat wisata itu bagian dari bentuk wisata halal, sehingga wisatawan muslim tidak perlu khawatir ketika makan dan beribadah.
Sering Disalahpahami, Ternyata Wisata Halal dan Wisata Religi Tidak Sama
Ilustrasi wisata halal.